Segmentasi masyarakat Orientasi Negara
Oleh : Jihad Mustofa
Dewasa
ini masyakat indonesia telah banyak yang tersegmentasi oleh berbagai paham dan
ideologi, mulai dari yang menamakan berideologi agamis sampai ke yang menganut
paham atheis pun.
Sekarang kita akan lebih fokus
kepada pembahasan tentang segmentasi masyarakat indonesia, yang sama- sama kita
ketahui ada sangat banyak sekali ideologi seperti yang sudah saya jelaskan
diawal tadi. Berbicara masalah ideologi maka kita bicara masalah semangat apa
yang melatar belakangi dari sebuah gerakan tersebut yang pada akhirnya nanti
akan berujung kepada apa mereka mengajak para pengikutnya untuk berjalan.
Sedini mungkin, ada tiga ideologi
besar yang telah mensegmentasikan masyarakat indonesia. kita sebut paham (
poros ) kiri, paham (poros ) Kanan, dan yang terakhir adalah poros tengah.
Kita akan mencoba sama- sama
menggali apa itu ke tiga paham tersebut, bagaimana cara geraknya dan kepada apa
mereka akan membawa kita. Yang pertama kita akan mengupas tentang poros kiri,
kalau kita menilik dari sejarah kemerdekaan indonesia, maka disinilah terjadi
adu argumentasi yang begitu sengit anatara ketiga poros ini. Ketika para pemuda
sepakat bahwa kemerdekaan indonesia apda tanggal 17 agustus 1945, maka setelah
kemerdekaan itu para petinggi bangsa ini merumuskan dasar dan arah negara yang
baru saja dilahirkan. Poros kiri yang dimotori oleh soekarno dkk, kurang
sepakat dengat draft pancasila yang diajukan sebagai dasar negara , dimana pada
sila pertama ada beberapa kata yang dihapuskan “menjalankan syariat islam bagi
pemeluknya”, mereka beralasan bahwa negara kita tidak akan mampu oleh hanya
mengandalkan satu golongan saja. Nah yang ke dua adalah poros kanan mereka
beranggapan bahwa negara kita harus berdasakan syariat islam sepaerti tercantum
dalam draft awal sila ke satu, mereka menyakini bahawa kemerdekaan ini adalah
karena perjuangan umat islan yang telah menumpahkan darahnya dimedan perang,
jadi selayaknyalah islam menjadi ideologi negara, mereka tidak sepakat dengan
semua sehingga mereka keluar dan nantinya inilah yang menjadi akar lahirnya
DI,TII, SDI. Kemudian paham yang terakhir adalah poros tengah, poros ini
berpendapat bahawa draft pancasila yang ada tidaklah bertentangan dengan al
Quranul karim , seperti yang tercamtum pada sila yan g petama, pada sila kesatu
interpresatasinya adalah keesaan Allah, sebagaimna yang terdapat pada surah
al-ikhlas ayat Satu “katakanlah bahwa Allah itu satu” , begitupn juga dengan
sila yang lainnya, dengan alasan inilah poros tengah beranggapan bahwa pancasila
tidak bertentangan dengan Alqur’an.
Itulah sedikit gambaran tentang
segmen pemikiran masyarakat indonesia, sesungguhnya perbedaan inilah sebuah
anugrah yang harus sama- sama kita syukuri sehingga kita akan saling melengkapi
satu dengan yang lainny, sesungguhnya perbedaan tidak akan pernah menemukan
titik temu, tetapi yang terpenting adalah kita semua adalah manusia yang
saliang membutuhkan. Pelangi tidak akan indah ketika hanya ada satu warna,
dunia takkan indah ketika berwarna putih tapi membutuhkan banyak warna sehingga
nampaklah harmonisasi yang saling beringan.