Minggu, 28 Juli 2013

Segmentasi masyarakat dan Orientasi Negara



Segmentasi masyarakat Orientasi Negara
Oleh :  Jihad Mustofa

                Dewasa ini masyakat indonesia telah banyak yang tersegmentasi oleh berbagai paham dan ideologi, mulai dari yang menamakan berideologi agamis sampai ke yang menganut paham atheis pun.
            Sekarang kita akan lebih fokus kepada pembahasan tentang segmentasi masyarakat indonesia, yang sama- sama kita ketahui ada sangat banyak sekali ideologi seperti yang sudah saya jelaskan diawal tadi. Berbicara masalah ideologi maka kita bicara masalah semangat apa yang melatar belakangi dari sebuah gerakan tersebut yang pada akhirnya nanti akan berujung kepada apa mereka mengajak para pengikutnya untuk berjalan.
            Sedini mungkin, ada tiga ideologi besar yang telah mensegmentasikan masyarakat indonesia. kita sebut paham ( poros ) kiri, paham (poros ) Kanan, dan yang terakhir adalah poros tengah.
            Kita akan mencoba sama- sama menggali apa itu ke tiga paham tersebut, bagaimana cara geraknya dan kepada apa mereka akan membawa kita. Yang pertama kita akan mengupas tentang poros kiri, kalau kita menilik dari sejarah kemerdekaan indonesia, maka disinilah terjadi adu argumentasi yang begitu sengit anatara ketiga poros ini. Ketika para pemuda sepakat bahwa kemerdekaan indonesia apda tanggal 17 agustus 1945, maka setelah kemerdekaan itu para petinggi bangsa ini merumuskan dasar dan arah negara yang baru saja dilahirkan. Poros kiri yang dimotori oleh soekarno dkk, kurang sepakat dengat draft pancasila yang diajukan sebagai dasar negara , dimana pada sila pertama ada beberapa kata yang dihapuskan “menjalankan syariat islam bagi pemeluknya”, mereka beralasan bahwa negara kita tidak akan mampu oleh hanya mengandalkan satu golongan saja. Nah yang ke dua adalah poros kanan mereka beranggapan bahwa negara kita harus berdasakan syariat islam sepaerti tercantum dalam draft awal sila ke satu, mereka menyakini bahawa kemerdekaan ini adalah karena perjuangan umat islan yang telah menumpahkan darahnya dimedan perang, jadi selayaknyalah islam menjadi ideologi negara, mereka tidak sepakat dengan semua sehingga mereka keluar dan nantinya inilah yang menjadi akar lahirnya DI,TII, SDI. Kemudian paham yang terakhir adalah poros tengah, poros ini berpendapat bahawa draft pancasila yang ada tidaklah bertentangan dengan al Quranul karim , seperti yang tercamtum pada sila yan g petama, pada sila kesatu interpresatasinya adalah keesaan Allah, sebagaimna yang terdapat pada surah al-ikhlas ayat Satu “katakanlah bahwa Allah itu satu” , begitupn juga dengan sila yang lainnya, dengan alasan inilah poros tengah beranggapan bahwa pancasila tidak bertentangan dengan Alqur’an.
            Itulah sedikit gambaran tentang segmen pemikiran masyarakat indonesia, sesungguhnya perbedaan inilah sebuah anugrah yang harus sama- sama kita syukuri sehingga kita akan saling melengkapi satu dengan yang lainny, sesungguhnya perbedaan tidak akan pernah menemukan titik temu, tetapi yang terpenting adalah kita semua adalah manusia yang saliang membutuhkan. Pelangi tidak akan indah ketika hanya ada satu warna, dunia takkan indah ketika berwarna putih tapi membutuhkan banyak warna sehingga nampaklah harmonisasi yang saling beringan.