Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 April 2015

SEMANGAT REVOLUSI


Revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan. Ukuran kecepatan suatu perubahan sebenarnya relatif karena revolusi pun dapat memakan waktu lama. Misalnya revolusi industri di Inggris yang memakan waktu puluhan tahun, namun dianggap 'cepat' karena mampu mengubah sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat —seperti sistem kekeluargaan dan hubungan antara buruh dan majikan— yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Revolusi menghendaki suatu upaya untuk merobohkan, menjebol, dan membangun dari sistem lama kepada suatu sistem yang sama sekali baru. Revolusi senantiasa berkaitan dengan dialektika, logika, romantika, menjebol dan membangun.
Revolusi Nasional Indonesia  adalah Revolusi Nasional Indonesia adalah sebuah konflik bersenjata dan pertentangan diplomasi antara Republik Indonesia yang baru lahir melawan Kerajaan Belanda yang dibantu oleh pihak Sekutu, diwakili oleh Inggris. Rangkaian peristiwa ini terjadi mulai dari proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 hingga pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh Kerajaan Belanda pada 29 Desember 1949. Meskipun demikian, gerakan revolusi itu sendiri telah dimulai pada tahun 1908, yang saat ini diperingati sebagai tahun dimulainya kebangkitan nasional Indonesia.
Revolusi bukan hanya kekerasan bersenjata, tetapi menurut pengertian yang sebenarnya revolusi adalah menghendaki perubahan. Perubahan perubahan perubahan perubahan perubahan dan perubahan. Perubahan apa yang ingin dikehendaki, itu seharusnya sesuai dengan kehendak konstitusi dan cita – cita kemerdekaan yaitu menjadikan Negara yang berdaulat, adil, dan makmur.
Indonesia sendiri bahkan dikenal ada pahlawan revolusi yang menjadi korban keganasan G30S/PKI. G30S/PKI yang sampai sekarang belum jelas sejarah dan kebenarnya. Siapakah sebenarnya dalang sebenarnya dari pemberontakan tersebut. Yang tidak habis pikir, kenapa gerakan sebenar dan semasif ini dapat ditumpas dalam waktu yang singkat.
Sudahlah, cukup menceritakan sejarah kelam masa lalu bangsa kita ini, sekarang kita menatap masa depan yang lebih baik demi kemajuan bangsa ini. Dimulai dari hal yang kecil, seperti merubah kebiasaan pada diri kita masing – masing. Sudah berbuat apa kita hari ini? Produktifkah?  Bergunakah? Karena sebaik – baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi dirinya dan bagi orang lain.
Era reformasi dengan semuanya yang serba digital, semua informasi berjalan dengan sangat cepat. Seluruh dunia dapat berkomunikasi dengan sangat mudah. Sudah seharusnya perbaikan dapat berjalan dengan sangat cepat. Kita tinggalkan kapitalis, sosialis, dan apapun itu. Kembalilah ke fitrah kita, demokrasi pancasila. 5 sila yang sangat mendasar sebagai dasar filosofis dan ideologis bangsa kita. Jika kita amalkan dengan baik dalam penerapan dan perbuatan. Bukan tidak mungkin perubahan bangsa dan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia bisa terlaksana.
Semua elemen, masyarakat, LSM, maupun pemerintah mampu untuk bersinergi dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh warga Negara. Gerakan cepat ini yang akan sangat diperlukan terutama saat ini pada saat posisi pemerintahan yang sangat goncang.
Revolusi = perubahan yang cepat untuk menuju lebih baik.
Semoga bisa terwujud!!!!


Kamis, 31 Juli 2014

Hari Raya Idul Fitri dan Silaturrahmi

oleh: M Nasir

Kebersamaan adalah hal terindah yang dimiliki oleh setiap insane didunia ini. Sebagai makhluk social, manusia membutuhkan manusia lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Suasana hari raya Idul Fitri ini dimanfaatkan oleh hampir seluruh umat Muslim diseluruh dunia. Hari raya dirayakan dengan meriah. Kue lebaran segala macam bentuk dan cita rasa, baju baru,  hidangan khas lebaran, dan segala macam pernak pernik lainnya seakan selalu menghiasi lebaran pada tiap tahunnya.
Di Indonesia, selain pernak pernik diatas, juga berlaku tradisi mudik, karena mayoritas penduduknya adalah perantau. Warga Suku Jawa, Suku Minangkabau, Batak, dan Bugis adalah sebagian besar penduduk yang melaksanakan mudik tiap tahunnya dari kota – kota merantau ke kampung – kampung asalnya.
Hal – hal diatas tidak dapat dilepaskan dari lebaran tiap tahunnya. Kekeluargaan yang terjalin masih sangat erat pada setiap penduduk di Indonesia daripada yang terjadi pada bangsa barat. Silahturahmi antar keluarga dan sesama menjadi sangatlah penting bagi bangsa Indonesia. Dapat dilihat pada perayaan lebaran di kampung – kampung sangat meriah, saling mengunjungi dan bercanda ria menunjukkan keakraban yang amat sangat.
            Al Qur’an surat Ar- Ra’d ayat 21 menjelaskan sebagai berikut:

tûïÏ%©!$#ur tbqè=ÅÁtƒ !$tB ttBr& ª!$# ÿ¾ÏmÎ/ br& Ÿ@|¹qムšcöqt±øƒsur öNåk®5u tbqèù$sƒsur uäþqß É>$|¡Ïtø:$# ÇËÊÈ

21.  Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan[771], dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.          
 [771]  yaitu mengadakan hubungan silaturahim dan tali persaudaraan.
                Ayat diatas menjelaskan bahwa sesungguhnya silaturrahmi itu merupakan penghubung bagi seluruh insane Allah SWT. Allah SWT menciptakan banyak suku dan ras bertujuan supaya saling menjalin silaturrahmi sebagai wujud cintanya terhadap seluruh ciptaan Allah SWT.

            Silaturrahmi pada hari raya Idul Fitri merupakan bentuk cintanya manusia kepada sesamanya. Namun, momentum hari raya janganlah hanya tradisi belaka. Momentum hari raya sebaiknya merupakan sarana memperbaiki hubungan silaturrahmi antar sesama dan umat Islam diseluruh jagat raya ini. Jika telah timbul rasa cinta antar sesama, semoga umat Islam di sejuruh jagat tidak terdapat perpecahan dan mampu melawan permasalahan – permasalahan umat dewasa ini. 

Sabtu, 26 Juli 2014

DAGELAN POLITIK INDONESIA

oleh:M Nasir 


Piala Dunia yang dilaksanakan berbarengan dengan diselenggarakannya Proses Demokrasi di Indonesia khususnya Pemilihan Presiden pada tanggal 9 Juli 2014. Hasil piala Dunia dengan Jerman menjadi kampiun untuk yang keempat kalinya. Namun, hasil piala dunia yang sarat kontroversi dengan keluarnya Lionel Messi (Argentina) sebagai pemain terbaik Piala Dunia meskipun kontribusinya tidak maksimal untuk tim, juga aksi Luis Suarez yang menggigit Giorgio Ciellini yang sukses mengantarkannya mendapatkan sanksi yang sangat berat dari FIFA.
            Penulis disini tidak akan membahas kontroversi piala dunia secara detail, namun akan mengaitkannya dengan yang terjadi di Indonesia. Kemenangan di Piala Dunia menghadirkan uforia yang amat sangat bagi tim pemenangnya, namun di Negeri Indonesia ini kemenangan Pilpres tidak disambut dengan kemenangan yang riuh karena masih dibayangi tim lawan di Mahkamah Konstitusi dan di Parlemen karena kalah dalam komposisi parlemen.
            Proses demokrasi di Indonesia ini masih belum sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan zaman Kulafaurrasyidin. Dijelaskan dalam Surat Ali Imran: 159 sebagai berikut:
$yJÎ6sù 7pyJômu z`ÏiB «!$# |MZÏ9 öNßgs9 ( öqs9ur |MYä. $ˆàsù xáÎ=xî É=ù=s)ø9$# (#qÒxÿR]w ô`ÏB y7Ï9öqym ( ß#ôã$$sù öNåk÷]tã öÏÿøótGó$#ur öNçlm; öNèdöÍr$x©ur Îû ͐öDF{$# ( #sŒÎ*sù |MøBztã ö@©.uqtGsù n?tã «!$# 4 ¨bÎ) ©!$# =Ïtä tû,Î#Ïj.uqtGßJø9$# ÇÊÎÒÈ
159.  Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu [10]. Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
[1] Maksudnya: urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya.
            Proses demokrasi di Indonesia masih sangat jauh dengan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Proses demokrasi di negeri yang mengedepankan voting atau pengambilan keputusan dengan terbanyak telah merasuki segenap keputusan di negeri ini. Pemilihan legislatif, dan yang terakhir pemilihan presiden, juga tahun depan 2015 pemilihan Gubernur Prov Jambi telah meracuni proses demokrasi yang diajarkan oleh Rasulullah SAW di negeri yang katanya mayoritas muslim ini.



Bersambung ……………….