oleh : M Nasir
Ingatkah bahwa saudara kita, umat Muslim Palestina
yang berada di jalur Gaza merayakan hari raya dengan ke kekhawatiran akan
datang mercon besar yang dapat menghancurkan rumah – rumah mereka bahkan dapat
menghilangkan nyawa mereka.
Seperti yang dijelaskan dalam Surat An – Nashr
sebagai berikut:
#sÎ) uä!$y_ ãóÁtR «!$# ßx÷Gxÿø9$#ur ÇÊÈ |M÷r&uur }¨$¨Y9$#
cqè=ä{ôt
Îû Ç`Ï
«!$# %[`#uqøùr& ÇËÈ ôxÎm7|¡sù ÏôJpt¿2
y7În/u çnöÏÿøótGó$#ur 4 ¼çm¯RÎ) tb%2
$R/#§qs?
ÇÌÈ
1.
Apabila Telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,
2. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah
dengan berbondong-bondong,
3. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan
mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya dia adalah Maha Penerima taubat.
Surat diatas menjelaskan bahwa
pertolongan Allah SWT bagi sangat nyata, seperti telah dikisahkan pada
pembebasan Makkah yang dilakukan okeh Rasulullah SAW beserta para sahabat dan
umatnya. Peristiwa pembebasan Makkah ini merupakan titik balik kebangkitan umat
Islam, seperti yang digambarkan pada Surat An- Nashr diatas.
Pada pembukaan UUD NRI 1945 alenia 1
juga dijelaskan “bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan
oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak
sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” Teks pembukaan UUD diatas
menjelaskan bahwa kemerdekaan itu merupakan hak segala bangsa diatas dunia ini,
setiap bangsa diatas dunia harus perjuangkan oleh seluruh bangsa dan bantuan
bangsa lain. Pemerintah Indonesia sebagai pemegang kebijakan seharusnya mampu
berbicara banyak dalam permasalahan Gaza.
Rakyat Indonesia merayakan Hari Raya
dengan meriah, pesta dimana mana, baju baru. Saudara se Iman kita di sudut bumi
sana merayakan hari Raya dengan Bom, Mortir, dan kekhawatiran akan kehilangan
saudara – saudara mereka.

